SEBUAH HARAP DI KEPINGAN DOA

18 02 2012

Saat jemari ini mulai mengetik, tak mengerti awalnya mau mengoreskan apa  di page yang masih kosong di saat hati sedang tidak stabil….

Walaupun dengan keadaan yang kacau tetap berusaha menuliskan setiap bait yang terlintas di pikiran ini….

Pada saat yang sama teringat saudara –saudara yang sedang berjuang di medan dakwah dengan lisan, tulisan atau amal jama’i  atau berperang mengangkat senjata melawan tirani kebengisan, kedzaliman dan kekafiran di bumi ALLOH….

Teringat pula saat – saat perjuangan  untuk mengapai hidayah yang kelak  akan berbuah RidhoNYA, bersurprise SurgaNYA…

Kadang lelah merajam, perih mencabik, duka mengelepar, tangis mengalir dan raga yang mulai rapuh….

Berharap untuk tetap kuat dan stabil dalam segala kondisi jiwa dan kehidupan yang membentang di depan mata ini….

Satu tumpuan yang terus dapat membuat diri ini untuk tetap berpijak di bumi bukan terbang melayang melawan Takdirnya….

Tumpuan yang tak pernah rapuh atau lelah apalagi mati di makan rayap….

Tumpuan yang selalu berikan setiap makna di setiap detik langkah yang terlampaui….

Tumpuan yang terus mengokoh walaupun tanpa ketidaksyukuran dari yang bertumpu….

Tumpuan yang selalu memaafkan dan bersabar dengan setiap realitas yang memuakkan…..

Sadarkah kita Tumpuan itu apa atau siapa atau berwujud apa???

Wahai yang hatinya masih hidup, mungkin saja akan langsung tersadar tapi bagaimana yang hatinya telah mengarat dan meluruh musnah terbawa angin kesombongan….

Ya.. Tumpuan itu tak lain adalah ROBBUL IZZATI ALLOH AZZA WAJALA.

Robb manusia yang beriman, bertaqwa dan  yang bersinergi dengan bait –bait peta dariNYA serta meteladani Rasulullah Nabi Muhammad Saw….

Kadang kita sering terlupa saat bahagia, walaupun kebahagiaan itu hanya setetes dari karuniaNYA bukan seluruh dari MilikNYA, tapi kita sudah terlena dan terlupa dengan saudara – saudara kita, terlupa dengan segala salah dan khilaf kita, terlupa dengan mati dan terlupa dengan Hari Pembalasan….

Bila sedih melanda, luka tercabik, harapan yang menguap, cita yang tersungkur, dan cinta yang terlepas….

Barulah kita ingat siapa diri kita, untuk apa kita hidup dan mau kemana setelah kematian menjemput….

Untunglah ALLOH  SWT MAHA RAHMAN kepada hambaNYA sehingga Dia tidak sekonyong – konyong membalas perbuatan hambaNYA yang durhaka tapi meredam Kemarahannya atau menumpahkannya secara perlahan tapi pasti baik di dunia maupun di akhirat. Tapi bagi HambaNYA yang bertaubat Dia akan mengampuni dan menuntunnya di sisa akhir hidup HambaNYA.

Akan tetapi yang hatinya telah membatu yang tak pernah terkena tetesan kebenaran maupun wejangan hikmah, mendengar tapi tak berpikir, melihat tapi tak terbersit, sehingga membuat dia tengelam dalam kehinaan dan akhirnya mati dalam penyesalan.

Maka beruntunglah orang yang beriman dan bertaqwa kepada ALLOH SWT, apapun yang terjadi di dalam kehidupannya selalu ditanggapi dengan optimis dan berhusnudzon pada ALLOH….

Selalu mensyukuri setiap keadaan, selalu bersabar di setiap kenyataan, mengambil hikmah di setiap peristiwa hidup yang terjadi, dan selalu berdoa di sela – sela kesibukan. Tidak lelah apalagi mengeluh, tidak merana apalagi putus asa, tidak mnghujat hanya bermunajat….

Maka beruntunglah  orang – orang beriman dan bertaqwa sekali lagi, tetap terus berharap dan bersandar pada tumpuan yang kokoh, yang selalu beroleh doa dari setiap keluarga, saudara, teman dan sahabat yang beriman dan bertaqwa juga hanya pada ALLOH SWT, merekalah yang selalu mendoakan selain kita sendiri yang berdoa untuk diri kita dan keluarga…

Kita tak mengetahui bahwa mungkin doa –doa merekalah yang ijabah bukan doa kita. Wallahua’alam…

Yang membuat hati kita tetap merasa tak membata, yang membuat sikap tetap santun tak memuakkan dan yang membuat kita tetap berpijak pada KetentuanNYA. maka janganlah kita egois karena enggan mendoakan saudara- saudaranya yang seiman…karena doa saudara kepada saudaranya yang lain yang tidak diketahui oleh saudara yang di doakan, maka akan di ijabahkan doanya selama untuk kebaikan dan malaikat berkata amin juga untukmu…

Maka mulai sekarang setiap berpisah dengan saudaranya bila  setelah bertemu maka ucapkanlah “ingatku dalam doamu” tentunya  setelah ucapan salam…





Ancaman Kepada ANGKUH & SOMBONG

18 10 2010

Duhai saudara-saudariku tercinta yang membenci sifat angkuh dan sombong…

Adalah benar bahwa sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah ta’ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk sujud hormat kepadanya.

Demikian juga Allah ta’ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya. Baca entri selengkapnya »





10 Kiat agar Lapang Hati

18 10 2010

Sedih, marah, dan dendam adalah tiga dari sejumlah tindakan yang menyebabkan dada ini terasa sempit. Tetapi, hal-hal tersebut selalu menghiasi hidup manusia. Kadang-kadang ada di dalam diri dalam jangka waktu yang panjang dan kadang-kadang hanya dalam tempo yang pendek saja. Yang pasti saat sifat-sifat tersebut bersarang, dada akan terasa sesak, hati pun kehilangan vitalitasnya dan menjadi lemah. Kondisi yang lemah itu membuat syetan-syetan mudah menguasai hati manusia. Baca entri selengkapnya »





Hati-hati Bawa Hati

17 08 2010

Aduh,susahnya punya hati

letaknya tersembunyi,

tapi geraknya tampak sekali

(he hemm, malu juga diri ini)

Makanya,

lebih baik punya istri

kalau tersenyum ada yang menanggapi

kalau berekspresi ada yang memahami

sikapnya lembut tak bikin keki

kadang malah memuji Baca entri selengkapnya »





Cara Mengobati Rakus dan Tamak

18 07 2010

Ketahuilah bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur: sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini:

1. Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.

2. Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, yang bisa dibantu dengan membatasi harapan-harapan yang hendak dicapainya dan merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah. Jika sebuah pintu rezeki tertutup baginya, sesungguhnya rezeki akan tetap menunggunya di pintu-pintu yang lain. Oleh karena itu hatinya tidak perlu merasa gusar. Baca entri selengkapnya »





Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga

5 07 2010

Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)

Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam. Baca entri selengkapnya »





Bila Al – Qur’an Bisa Bicara

20 06 2010

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci.
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari.
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesraaaaa sekali !!.
Sekarang engkau telah dewasa… !
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu.
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja? ?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa.
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan.
Kini … aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Baca entri selengkapnya »





Enyahkan Minta-Minta, Agar Tak Terhina

19 06 2010

DI Madura ada sebuah desa yang penduduknya bekerja sebagai peminta-minta. Yang cukup mengagetkan, rumah-rumah mereka sangat mewah dan berkelas.

Fenomena mental peminta-minta, juga berkembang ke berbagai aspek. Di zaman sekarang, kadar dan jenisnya sudah mulai ada modifikasi dan perubahan.

Tidak terlalu sulit bagi kita untuk menjelaskan kondisi yang terjadi di lapangan. Banyak pemandangan, bagaimana masyarakat berduyun-duyun dan dan saling berebut untuk memperoleh bagian masing-masing, walaupun harus saling adu sikut. Bahkan, terkadang nyawa pun dijadikan taruhannya hanya untuk sebuah kupon.

Peristiwa yang menewaskan beberapa warga yang berdesak-desakan untuk mendapatkan uang sedekah salah satu dermawan di Jawa Timur, pada bulan puasa beberapa tahun lalu, adalah bukti nyata akan hal ini. Untuk memperoleh uang kurang lebih Rp. 30.000, mereka rela berdesak-desakkan, yang pada akhirnya nyawa pun hilang tak terelakkan. Baca entri selengkapnya »





Jauh Lebih Hebat Dari Tangan Robot

17 06 2010

TanganTangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna. Ciri terpenting tangan adalah kemamuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter.

Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan ini. Kita tak pernah berkata, “Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg.” Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya. Baca entri selengkapnya »





Bangun Dari Tidur Adalah Karena Kehendak ALLAH

17 06 2010

TidurSebagaimana diungkapkan dalam Al Quran, setiap makhluk yang bernyawa pasti merasakan mati. Kematian akan datang di waktu yang tidak terduga. Waktu kematian setiap manusia – tahun, bulan, hari, jam, dan detik – telah diputuskan dalam Pandangan Allah yang Maha Besar. Tidak ada cara untuk mempercepat atau menunda datangnya kematian. Allah akan mengambil kembali jiwa kita dengan cara yang dikehendakiNya, menggunakan sebab yang natural seperti sakit untuk beberapa orang, kecelakaan lalu lintas untuk yang lain, atau usia lanjut dan lain sebagainya. Dan jika Dia telah berkehendak, kematian pun dapat datang di saat kita tertidur.

Manusia telah akrab dengan tidur. Mereka cukup yakin bahwa mereka akan bangun dan beranjak dari tempat tidur di keesokan harinya. Sebelum tidur mereka merencanakan hal-hal untuk hari berikutnya dan berpikir tentang apa yang akan mereka pakai, bagaimana mereka akan pergi, siapa yang akan mereka temui, dan apa yang akan mereka lakukan. Dalam pikiran mereka, hari akan diisi dengan belanja, rapat, pergi bekerja atau pergi ke dokter. Mereka merencanakan hari dalam keyakinan bahwa mereka akan bangun di hari itu. Tetapi seseorang dapat mati dalam tidur dalam peristiwa penting yang diharapkan. Seseorang lagi dapat selamat dari penyakit dan operasi dan hidup setelah kecelakaan lalu lintas namun tetap kematian akan mendatanginya saat seseorang sedang tertidur, saat yang lain mengharapkan paling sedikir. Dalam Al Quran, Allah yang Maha Besar mengungkapkan: Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 228 pengikut lainnya.